KRI Marlin Lakukan Pencarian KLM Nurul Salsa Asal Jampea Di Perairan Laut Flores


SELYAR.web.id // KEPULAUAN SELAYAR - Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang dinakhodai Merlin (35) tarik jangkar dari Pelabuhan Benteng Jampea dengan tujuan Benteng ibukota kabupaten Selayar pada sekitar pukul 06.00 Wita. Tetapi dalam pelayarannya, kapal kayu yang bertonase 78 GT dengan total penumpang 45 orang berdasarkan menifes itu sedang mengalami kerusakan mesin disebelah barat bagian selatan Pulau Polassi Kecamatan Bontosikuyu sekira jam 10.30 Wita, Rabu 15 Juli 2026. Selain awak kapal masing-masing, Arifuddin (40), Masrul (29) dan Saldianto (25) bersama nakhoda Merlin dan penumpang, juga memuat hasil bumi, berupa kopra dan beras dan 7 unit kendaraan roda dua. 


Hingga berita ini dirilis, belum ada informasi secara pasti akan keberadaan kapal yang sudah berstatus resmi sebagai kapal penumpang tradisional ini. Sementara informasi yang diperoleh dari Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt Romy Sumardiawan, KRI Marlin 877 milik TNI AL sudah menuju ke lokasi pada pukul 20.00 Wita malam ini dari Makassar untuk melakukan proses pencarian karena kapal tradisional di Selayar tidak bisa menembus ombak dan cuaca ekstrem yang melanda laut Flores. 


 "Berdasarkan informasi dari Danposal KRI Marlin 877 yang dinakhodai Letkol Laut Rahmad Kurniawan bahwa saat ini sedang bergerak menuju titik kordinat keberadaan KLM Nurul Salsa setelah menerima laporan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar pada jam 20.00 Wita malam ini bersama Tim Basarnas tujuan Polassi." ujar Capt Romy via whatsAppnya.


Kepala Desa Tambolongan, Makkawaru menuturkan bahwa Kapal Jolloro milik Munawir yang dinakhodai Suluhendra telah mengevakuasi penumpang sebanyak 6 orang. Mereka adalah Sallak bersama istrinya Nasma dan anaknya, Riswan, Anhar dan seorang lelaki warga Benteng serta 1 orang anak laki-laki. Setelah hendak balik ke lokasi, cuaca dan ombak semakin besar dengan ketinggian mencapai 2 meter. Akibatnya nakhoda Suluhendra kembali mengurungkan niat untuk melakukan proses evakuasi." ungkapnya.


Informasi lain dari Andi Cawang warga Polassi menyebutkan bahwa memang ombak di Batu Sipo'Ong yang terletak disebelah selatan bagian barat Pulau Polassi saat musim timur tidak bisa ditembus jika hanya kapal kayu. Apalagi musim barat. Karena disamping ombaknya yang besar juga arusnya sangat kuat dan sulit untuk dilewati. Dan itu lokasi masih jauh dari Taka Nambolaki. Sehingga diperkirakan jika KLM Nurul Salsa terbawa arus dan angin kencang, bisa-bisa sampai di Sabalana wilayah Kabupaten Pangkep." ujarnya sembari menambahkan juga tak menutup kemungkinannya hingga ke Laut Flores.


Danpos SAR Makassar, Andi Sultan yang dikonfirmasi via selulernya membenarkan jika sejumlah anggotanya ikut bergabung ke KRI Marlin 877 untuk melakukan pencarian. Dan menurut estimasi akan tiba dilokasi (Polassi red) nanti besok pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Kamis 16 Juli sebab jarak dari Makassar itu sekitar 125 mil. Selain KRI Marlin ada juga kapal yang melakukan pencarian dari Jampea. Namanya, KM Harapan Kita yang dinakhodai Silas Y Letlora." katanya.


Bupati Selayar, HM Natsir Ali dan H Muhtar selaku Wabup serta Sekda, Andi Abdurrahman terus memantau perkembangan operasi penyelamatan terhadap KLM Nurul Salsa. Info terakhir yang diperoleh bahwa kapal itu masih dalam kondisi mengapung meskipun mengalami mati mesin. Air laut yang tadinya merendam mesin kapal telah berhasil diatasi menggunakan pompa alkon sehingga kondisi kapal masih dapat dipertahankan.


Selain itu, komunikasi juga dioptimalkan melalui jaringan ORARI, RAPI dan juga melalui Dankodaeral dalam penyebaran informasi kepada seluruh kapal yang melintas diperairan Selayar. Sebab dengan langkah ini maka kapal-kapal yang berada disekitar lokasi bisa memberikan pertolongan apabila menemukan KLM Nurul Salsa. (M. Daeng Siudjung Nyulle)